Pengungsi Korban Gempa Lombok Ingin Kembali ke Rumah

JAKARTA — Ratusan ribu pengungsi akibat rentetan gempa yang mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Juli lalu mulai mengalami depresi. Mereka mengaku ingin kembali ke rumah masing-masing. Termasuk Karmin, warga Dusun Kekait 2, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. “Kami ingin segera kembali ke lokasi rumah kami karena di sini kami meminjam tanah kebun milik orang lain (untuk mengungsi),” kata dia, kemarin. Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada akhir Agustus lalu mengungkapkan bahwa sedikitnya 560 orang meninggal akibat gempa. Sebanyak 1.469 orang terluka dan 396.032 jiwa mengungsi ke beberapa titikpengungsian. Karmin bersama 150 keluarga lainnya dari RT 1 Dusun Kekait 2 mengatakan ingin segera menyingkirkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa. Tak hanya membersihkan rumah, mereka juga ingin segera kembali bekerja dan menjalani hidup secara normal untuk memulihkan trauma.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lombok Barat, I Made Arthadana, mengaku tak bisa berbuat banyak lantaran kerusakan begitu masif. Selain karena kerusakan terjadi hingga wilayah pelosok, ketersediaan alat berat terbatas. “Bagaimana mau cepat, kami hanya punya satu ekskavator, satu backhoe loader, dan satu dump truck,” tutur dia. Ia meminta pihak swasta ikut membantu. Made menjelaskan, pembersihan reruntuhan tetap dilakukan secara bertahap meski jumlah peralatan terbatas. Kemarin, pembersihan sudah dilakukan di Desa Bengkaung, Lombok Barat. Sebelum itu, dia melanjutkan, pembersihan puing bangunan dilakukan di Dopang, Gunung Sari, Lombok Barat. Menurut Made, serangkaian gempa yang terjadi berkekuatan di atas 6 skala Richter tersebut telah mengakibatkan rusaknya 57.614 rumah di Lombok Barat. Sisanya adalah 108 kerusakan pada tempat ibadah, 64 fasilitas kesehatan, dan 294 bangunan institusi pendidikan. Khusus untuk rumah, dia menuturkan, Dinas sudah memverifikasi 40,3 persen dari seluruh rumah yang rusak. Adapun rinciannya adalah 5.568 unit rumah rusak berat, 4.797 unit rusak sedang, dan 12.880 unit rusak ringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *