14 Jam bareng Tablet 4G

Dari hampir semua brand global, tak semua sudah siap dengan jaringan 4G LTE. “Kalo LG sejak awal sudah komitmen dengan 4G,” ujar Karel Leonardo, Head of Marketing & Communication Corporate, LG Electronics Indonesia. Ini karena, menurut Leo (sapaan akrabnya), LG Mobile adalah salah satu penggagas era jaringan supercepat ini. Tak heran jika mudah menemui produk highend yang berlabel 4G ready. Salah satunya adalah tablet. Bahkan, ketika sejumlah tablet Android masih menyajikan hal jamak, LG berani melepas seri G Pad 8 LTE dengan harga yang terjangkau. Kami menguji selama 14 jam. LG G Pad satu ini sudah membangunkan tepat pukul 05.00, untuk lantas melakukan aktivitas ibadah dan sarapan.

14 JAM BARENG TABLET 4G

Baterai dalam kondisi full, usai di-charge semalam. 7,5 Desain + Layar Secara fi sik, desainnya lebih tampak seperti sebuah phablet. Tak merepotkan bersandar di telapak tangan. Dengan layar yang lebih lebar, menyimak situs berita jauh lebih nyaman. Kendati sarapan, Anda bisa letakkan dengan posisi berdiri. Ia seperti menggantikan koran yang dikemas lewat layar seluas 8 inci. Meski bezle masih terlihat cukup tebal di samping layar. Menggunakan layar IPS LCD dengan level kontras dan brightness yang sangat baik bikin nyaman akomodasi mata. Tombol power dan kontrol volume yang saling berdekatan, menjadi pola yang lebih pas ketika harus meng-unlock layar. Atau hendak mengatur tinggirrendahnya volume. Ketika kami putar sebuah video berita, sinyal audio merambat kuat, menyembur dari dua buah speaker yang belakang. Wow, stereo. Dan, penempatan memang tidak harus di depan.

Menu + Interface

Perjalanan menuju tempat kerja, G Pad menemani di jok mobil. Menu audio player kali ini yang bertugas. Interface-nya khas KitKat. Yang harus tertancap di homescreen adalah AccuWeather. Aplikasi wajib apalagi di musim penghujan. Tanpa perlu men-tap, kami sudah memperoleh info cuaca. Bahkan, dengan sedikit melirik ke layar, kami jamin Anda cepat tahu bahwa hujan akan datang. Grafi s hujan memenuhi aplikasi ini. KitKat sangat simple. Ada tiga homescreen; kalender dan dua lagi deretan menu. Aplikasi dari Google sudah dikemas dalam satu folder sendiri. Jika biasanya ada tiga tombol menu, G Pad punya empat. Semuanya virtual button yang terpampang di layar. Masing-masing (dari kiri ke kanan); back, home, menu dan pengaturan/organisasi fitur.

Kalau Anda punya beberapa menu/fi tur/aplikasi sering terpakai, jejalkan saja dengan tombol keempat ini ke homescreen. Semua notifi kasi pesan (termasuk messenger) kami abaikan demi keamanan berkendara. Tapi kami tahu dari mana saja berasal, karena setiap notifi kasi punya ringtone yang berbeda. Pukul 10.00, baterai masih 95 persen. 8 Kinerja Hari sibuk, pertemuan di Kota Kasablanka, Jakarta. G Pad kini bekerja di jaringan 4G (oh ya, SIM card 3G Anda harus di-upgrade). Kendati area jaringan ini terbatas, tapi lumayan untuk kawasan bisnis. Speed test menunjuk angka di kisaran 6 Mbps. Amat membantu mengunduh materi fi le foto dari email agar lebih cepat. Ada beberapa materi power point yang harus diedit. Tancapkan fl ashdisc manfaatkan koneksi USB on the Go. Prosesornya yang berkonfi gurasi quad core dan sanggup menembus clock speed 1,2 GHz cukup mempercepat pekerjaan. Menjalankan aplikasi Polaris OŸ ce bak di laptop saja. Sedikit tambahan materi image yang tersimpan di fl ashdisk juga cepat saja di-kopi-paste ke power point. Presentasi di rapat kecil itu, lalu sangat terbantu oleh G Pad. Sedikit materi video ikut kami putar. Usai bekerja full, indikator menyisakan angka 80 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *