Membongkar Sumbat Bisnis Hortikultura

Pada 2050, Bank Dunia memperkirakan jumlah penduduk dunia akan mencapai 9 miliar jiwa. Seba nyak 350 juta jiwa di antaranya warga Indonesia. Untuk memenuhi ke butuh an pangan penduduk sebanyak itu, du nia perlu menghasilkan pangan 50% le bih banyak. “Padahal perubahan iklim bisa saja memotong hasil panen lebih dari 25%. Hal ini dapat menimbulkan krisis pangan yang tidak diharapkan,” tutur Afrizal Gindow, Ketua Asosiasi Produsen Perbenihan Hortikultura In do nesia (Hortindo) dalam Forum Be dah Hortikultura yang diselenggara kan Kadin beberapa waktu lalu di Jakarta.

Masih menurut Afrizal, di negara maju peningkatan penghasilan akan menurunkan konsumsi beras per kapita, dan sebaliknya menaikkan konsumsi komoditas hortikultura seiring mening katnya kesadaran untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Jadi, “Hortikultura memiliki peran pen ting dalam pemenuhan kebutuhan pangan,” tegas Direktur Pemasaran PT East West Seed Indonesia, produ sen be nih hor tikultura berbasis di Purwakarta, Jabar, itu.

Masih Banyak Impor

Di Indonesia, subsektor hortikultura masih belum berkembang sepenuhnya. Buktinya, perdagangan internasional hortikultura masih defisit. Menu rut Pusat Data dan Informasi, Kemen terian Pertanian (Kementan), defi sit periode Januari – Desember 2014 senilai US$1,12 miliar atau hampir Rp15 triliun. Kendati begitu, Afrizal mengakui, banyak hal positif yang terjadi pada subsektor hortikultura Indonesia dalam lima tahun terakhir. “Produksi sayuran meningkat 2,7%, bisnis buah tum buh sebesar 6,6%, tanaman obat me ningkat 4,24%, serta florikultura khususnya jenis bunga potong naik 18,6%. Yang paling membahagiakan, impor produk hortikultura pada 2015 turun 17% atau setara US$178.937 (Rp2,4 miliar) dibandingkan 2014.

Sebaliknya ekspor hor tikultura meningkat 23%,” ulasnya. Untuk mengembangkan produksi komoditas hortikultura, harus dimulai dari ketersediaan benih. Pasalnya, Afrizal menyebut, 50% keberhasilan usaha tani ditentukan dari kualitas benihnya yang mewakili ketahanan terhadap penyakit dan respon terhadap pupuk. Dari sisi pasar, lanjut dia, total nilai ke butuhan benih hortikultura sebanyak Rp1,3 triliun. Sayangnya, suplai dalam negeri baru mampu memasok setengah dari kebutuhan tersebut. “Padahal pada 2020 pang sa pasar benih hor tikultura diprediksi bisa naik mencapai Rp2 triliun,” cetusnya. Senada dengan Afri zal, Wayan Supadno pun sepakat bisnis hortikultura ma sih terbuka dan me mang menguntungkan. Prak tisi pertanian yang juga mantan anggota TNI ini berpendapat, potensi omzet, la ba, dan ROI (return on investment – rasio laba bersih terhadap biaya) dibanding semua ko moditas, hortikultura berada pada posisi pa ling atas. “Pa sar nya sa ngat menjanjikan seka li. Contohnya nilai im por buah segar masih Rp21 triliun/ tahun. Pen dapatan peta ni akan terdongkrak,” tegasnya.

Tantangan yang Dihadapi

Untuk menggarap potensi pasar hortikultura, pelaku usaha masih harus meng hadapi sejumlah tantangan. Afrizal menjelaskan, tahun ini Indonesia mengalami fenomena La Nina yang berdampak pada ketersediaan air yang melimpah. Sektor pertanian memang membutuhkan air, tapi tentu saja da lam jumlah tidak berlebihan. Produksi benih hortikultura dalam kondisi su plai air berlebih akan menyulitkan saat pengeringan benih hasil panen karena sinar matahari berkurang. Akibat lan jutan dari kelebihan pasokan air ada lah berkembangnya penyakit tanam an. Selain La Nina, alumnus IPB tersebut juga memaparkan tantangan lain, yakni keterbatasan akses benih berkualitas, infrastruktur yang belum memadai, transportasi, berkurangnya keterse diaan lahan dan tenaga kerja di bidang pertanian.

Dari sisi regulasi, Permentan No. 11 tahun 2009 tentang Karantina juga menghambat ketersediaan benih di daerah dan Permentan No 4 tahun 2015 yang mewajibkan setiap produk hortikultura impor yang masuk ke Indonesia untuk diperiksa lebih dulu di laboratorium yang telah diaudit Badan Karantina Pertanian Indonesia. Dan laboratorium di negara asal hortikultura itu harus lulus audit Badan Karantina Pertanian. Terkait ketersediaan tenaga kerja di bidang pertanian, Wayan juga berpendapat, sumber daya manusia memang kurang mendapat perhatian. Akibatnya, “Komposisi petani usia muda di bawah 35 tahun hanya 12% dan belum ada upaya nyata melahirkan praktisi secara cepat massal,” sergahnya. Agar tantangan tersebut bisa diatasi, Afrizal menawarkan konsep urban farming (pertanian kota). Sementara Wayan mengusulkan, pencetakan peng usaha muda pertanian secara massal secepatnya dengan melibatkan banyak praktisi sukses agar jadi sumber inspirasi. “Cetak perkebunan hortikultura oleh para developer perkebunan dengan program kepemilikannya kredit bank. Laksanakan diklat secara tersebar tentang pengelolaan pascapanen untuk pasar konvensional, industri, dan ekspor. Sedangkan informasi pasar, harus terkelola dengan baik dan benar agar petani tidak merugi. Rangsang agar anak muda gemar bertani atas dasar pendekatan kesejahteraan petani,” pungkas Wayan

Andalan Agribisnis di Jalan Raya

Pengusaha agribisnis butuh sarana pendukung mumpuni untuk meng angkut barang dari produsen ke distributor hingga konsumen. Setidaknya ada empat moda transportasi andalan yang siap menunjang kebutuhan akan kendaraan niaga. Apa saja moda itu?

Light Truck

Untuk pengusaha agribisnis, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menyediakan light duty truck model Dutro 110 SDLR. Kendaraan niaga ini merupakan truk terpanjang di kelasnya karena memiliki sasis yang panjang dengan bentang panjang bak hingga 4,26 m.

Menurut Hiroo Kayanoki, Presiden Direktur HMSI, truk ini merupakan solusi ba gi distributor barang konsumsi yang bu tuh kendaraan untuk membawa baja Di kelas yang sama, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menyajikan varian terbaru FE SHDX 6.666. Light duty truck yang berjargon Si Galak yang Jago Nanjak ini merupakan pengembangan varian FE SHDX. Pengembangan yang dilakukan, ulas Duljatmono, Director of MFTBC Marketing Division KTB, terletak pada perubahan final gear ratio (gardan) yang makin besar sehingga lebih mantap saat di tanjakan dengan medan off-road.

KTB juga menggandeng PT Topre Refrigerator Indonesia, produsen boks berpendingin dengan teknologi terbaru dari Jepang, menghadirkan FE 71 PS yang berbodi belakang chiller box. Mobil berpendingin ini mampu menjaga kualitas produk-produk agribisnis melalui sistem rantai dingin. “Sebagai kendaraan niaga yang memberikan best life cycle value, kami mau armada ini mendatangkan keuntungan sepanjang masa baktinya pada konsumen,” tandas Duljatmiko.

ringan dalam jumlah besar, tetapi berbodi ramping se hingga mu dah bermanuver di jalan sem pit perkotaan. “Hino memberikan produk terbaik dan total support untuk memaksimal kan keun tung an bisnis dan meminimalkan biaya produksi,“ ujar Hiroo.

Indonesia, menghadirkan truk Quester berteknologi Bogie Axle Lift. Menurut Valery Muyard, teknologi ini dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar dan keamanan berkendara. “Bogie Axle Lifttelah digunakan secara luas di dunia. UD Trucks adalah pabrikan Je pang pertama yang memperkenalkan teknologi ini di In donesia,” ungkapnya bangga.

Bogie Axle Lift ter sedia pada truk Ques ter tipe 6×2 dan 8×2 yang me nawarkan efisiensi bahan bakar dan ban. Teknologi ini memiliki dua fitur. Fitur Boglift untuk mengangkat poros

roda kedua saat truk tidak bermuatan. Fungsinya mengurangi penggunaan ban dan meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Fitur Bogpress untuk meningkatkan traksi pada poros roda pertama saat truk membawa muatan penuh dan melintasi jalanan terjal. Pada kondisi jalanan seperti ini, besar kemungkinan poros roda pertama dapat tergelincir.

Solusi Survei Udara dengan Drone

Di sektor sawit, drone dipekerjakan untuk pemetaan. Sebelumnya, data diperoleh melalui pemetaan citra satelit. Namun pemetaan melalui citra satelit masih ter dapat beberapa keterbatasan. Di an taranya, perolehan resolusi spasial dan data aktualnya kurang detail ketimbang hasil kerja drone. “Apalagi kalau ada faktor awan saat pengambilan data,” tutur Ryan. Dewi Damayanti menambahkan, pengumpulan data dengan drone jauh lebih mudah dan efisien ketimbang sensus darat. Survei aset (inventory) dalam perkebunan sawit merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh sebuah perusahaan sawit. Tolak ukur aset perkebunan sawit di lihat dari seberapa banyak populasi tanamannya.

Sales & Marketing Manager PT Aero Geosurvey Indonesia ini membeberkan, teknik pemetaan dengan drone menawarkan ba nyak kelebihan, yakni lebih akurat dalam menghitung tanaman dan aset yang ada, serta waktu lebih efisien. Ditam bahkan Ryan, metode sensus darat memakan waktu lebih lama. “Survei manual (tenaga manusia), satu orang maksimal empat hektar sehari. Pakai drone bisa 3.000 ha dalam sehari. Human error juga terminimalisir,” cetusnya. Masih menurut Dewi, mobilisasi drone le bih mudah dan dapat dioperasikan dalam apapun kondisi geografisnya. Alumnus Universitas Padjadjaran Bandung jurusan komunikasi tersebut juga menggam barkan, drone dalam aplikasi pemetaan sawit sudah berkembang. “Observasi area tanam, update inventory, menghitung luas area tanam, dan jumlah pokok (tanaman), analisis irigasi, penentuan area sisipan, peninjauan area banjir, sampai mendeteksi dini kebakaran,” rincinya.

Asisten penyemprot

Tak sebatas itu fungsinya, drone juga sudah mulai digunakan untuk penyemprotan pestisida dan pupuk cair. Riza yang bekerja sama dengan PT Agri Inovasi Dirgantara dalam memproduksi Agridrone menyebut, kesulitan tenaga kerja bisa teratasi dengan adanya drone. Selain efektivitas waktu, penyemprotan dengan drone juga relatif aman. “Dari segi kesehatan, kita tidak perlu kontak langsung dengan pestisida,” cetusnya. Selama 2016, Agridrone yang diproduksi di dalam negeri telah melakukan berbagai penyemprotan untuk sektor perkebunan. Salah satunya di kebun tebu milik PT Gunung Madu Plantations yang berlokasi di Lampung.

Berbeda dengan penyemprotan manual yang kadang kurang merata, tingkat kerataan penyemprotan dengan drone jauh relatif stabil. “Ini dibuktikan dengan penyebaran sensitive paper di lahan, hasil drone stabil merata,” paparnya. Dalam sekali terbang, multirotor drone berbahan carbon fiber itu mampu membawa 10 liter cairan dengan butir semprot berukuran 200 – 400 mikron. Penambahan infra red pada drone, ujar Riza, bisa untuk memantau kondisi tanaman. Tanam an yang sehat dan tidak, serta tanaman yang kering dan tidak kering bisa terlihat.

Hasil GSD yang Faktual

Dibandingkan pemetaan melalui citra satelit, perolehan Ground Sampling Distan ce (GSD) atau resolusi spasial menggunakan drone jauh lebih aktual dan faktual. GSD merupakan rasio antara nilai ukuran citra digital (pixel) dengan ukuran sebenarnya (cm) yang dihitung dalam bentuk cm/pixel. Pengambilan data melalui citra Google Earth, dinilai Riza, berlangsung cukup lama. “Pakai Google Earth hasilnya bisa setahun kemudian setelah pengambilan gambar,” ucapnya. Hasil resolusi spasial juga dipengaruhi jenis kamera. Dosen Surya University itu menerangkan, makin baik spesifikasi kame ra, maka baik hasilnya. Untuk informasi yang lebih mendalam, sebaiknya resolusi spasial yang disajikan di bawah 15 cm/pixel. Semakin kecil nilai GSD, berarti semakin baik resolusinya.

Drone buatan dalam negeri milik Aero Geosurvey, saat ini mengha silkan resolusi spasial 1-5 cm/pixel. Mengadopsi teknologi bahan pesawat terbang, composite fiber, Ryan mengklaim, fixed wing drone yang dinamai Ai450 v2.5 ER itu mampu terbang selama 60-70 menit. “Untuk sekali terbang bisa meng-cover 800-1200 ha,” tandas alumnus Jurusan Teknik Penerbangan ITB Bandung ini. Siapa tertarik?

Pancaroba,Awas OPT Beraksi!

Banyak orang beranggapan sawit termasuk tanaman yang bandel. Hanya ada beberapa jenis OPT yang mengganggu tanaman penghasil minyak goreng utama ini. Namun bila tidak dikendalikan, OPT tersebut akan merugikan, bahkan bisa menurunkan produksi 30%-40%. Apalagi pada masa pancaroba seperti sekarang, OPT tertentu cenderung naik intensitas serangannya sehingga perlu antisipasi yang tepat agar tidak meluas.

Waspadai Kumbang Tanduk

Menjelang musim kemarau, cuaca cenderung panas lalu tiba-tiba hujan kemudian panas lagi. Kondisi seperti ini, menurut Dudy Kristyanto, kondusif bagi perkembangan serangga. Pada kebunkebun yang sedang diremajakan (replanting), aplikasi pupuk kandang memicu munculnya serang an kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros). Selain itu, keberadaan tandan kosong di pinggir tanaman sebagai pupuk berpotensi menjadi sarang larva kumbang itu. Pun demikian bonggol tanaman yang teronggok tanpa ditutup tanaman kacangkacangan akan menjadi tempat favorit bagi kumbang tanduk berbiak. Menurut pantauan Marketing Manager PT Bina Guna Kimia itu, serangan kumbang tanduk tidak hanya terjadi di kebun peremajaan tetapi juga pada tanaman menghasilkan sampai umur 10 tahun yang sedang mengalami pertumbuhan daun baru. “Kalau sudah terserang sampai pucuknya mati, tanaman tidak ada hasilnya. Harus tunggu enam bulan lagi untuk membentuk tandan buah. Karena itu perlu menjaga daun tombak (pucuk) untuk investasi ke depan,” jelasnya. Di lapangan, alumnus Fakultas Pertanian Lingkungan, Universitas Bonn, Jerman, 1999 itu sering melihat petani mengendalikan kumbang tanduk dengan cara yang kurang tepat.

Mereka umumnya menyemprot hama tersebut dengan insektisida berspektrum luas yang juga mematikan serangga nontarget seperti kumbang penyerbuk (Elaeidobius kamerunicus). Padahal kumbang ini bermanfaat membantu perkembangan buah. “Ada penelitian yang menunjukkan dengan adanya kematian serangga penyerbuk, produksi akan berkurang hingga 30%,” tandas Dudy. Karena itu ia merekomendasikan insektisida yang tidak berspektrum luas dan diaplikasikan tepat sasaran, yaitu Marshal 5G yang berbahan aktif karbosulfan. “Letakkan di tempat kumbang melubangi tanaman sehingga tidak mengenai bunga dan kumbang penyerbuk tetap bisa melakukan penyerbukan.

Karena berbentuk granul (butiran), inseksitida akan bertahan tanpa kuatir tercuci hujan,” jelasnya. Untuk pencegahan, tempatkan pada pupus atau ketiak pelepah daun. Dosisnya 5 g/tanaman. Sedang kan untuk pengendalian 10 g/tanaman. Aplikasinya sebulan sekali dan biasanya akan terkendali dalam waktu 3-4 bulan. Pada tandan kosong dan sisa bonggol sawit taburkan 5 kg Marshal 25 DS/100 kg tandan kosong/cacahan bonggol sawit.

Padu-padan Nutrisi dan Varietas Unggul

Perubahan iklim global mengharuskan petani semakin kreatif dalam budidaya padi. Pemilihan varietas unggul baru (VUB) yang adaptif iklim ekstrem dan pemberian nutrisi tanaman yang tepat akan menghasilkan panen padi optimal. Mari simak caranya.

VUB Menurut Moh. Ismail Wahab, Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, perubahan iklim global menyebabkan peningkatan intensitas kekeringan dan banjir. Menghadapi fenomena ini, Ismail menganjurkan petani menggunakan varietas genjah (berumur pendek) dan meninggalkan varietas lokal. “Varietas lokal umurnya panjang, 4-5 bulan. Varietas pendek kita sudah punya umur 2,5 bulan panen,”katanya.

Sawah yang terkena intrusi air laut akan mengandung garam (salinitas) tinggi. Ismail menyarankan penggunaan varietas Inpari 34 dan Inpari 35 yang toleran salinitas hingga 12 dS/m. Inpari 34 dan Inpari 35 memiliki potensi hasil 8,1 ton/ha dan 8,3 ton/ha. Keduanya juga toleran wereng batang cokelat biotipe 1, blas, serta hawar daun bakteri.

Inpari 30 Ciherang Sub 1 cocok digunakan di lahan yang sering tergenang banjir. Padi ini tahan rendaman dengan potensi hasil 9,6 ton/ha. Sedangkan padi toleran kekeringan, ada Inpago 8 dan Inpago 9 untuk lahan gogo atau aerobik, serta Inpago 38 Agritan dan Inpari 39 Agritan buat tadah hujan. Aerobik berarti menyerap air melalui kabut air atau penyemprotan, bukan dari akar. Hasilnya bisa 8-9 ton /ha. Selain itu, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Perta- nian juga sudah merakit VUB ultra genjah dengan umur tanam berkisar 90-an hari. “Tahun ini akan dilepas (ke publik),”imbuhnya.

Nutrisi Perihal nutrisi tanaman, ulas Sutisna Sintaatmadja, Staf Ahli Pemasaran PT Pupuk Kujang Cikampek, padi perlu asupan pupuk kimia, organik, dan hayati. Penggunaan pupuk kimia saja secara kontinu bisa merusak struktur tanah dan kandungan bahan organiknya di bawah 5%. Padahal, tanah yang subur berkadar organik di atas 5%.

Pupuk organik bisa memperbaiki sturuktur tanah dan menjadi makanan mikroba tanah. Sedangkan pupuk hayati berisi bakteri baik yang berguna memperbaiki struktur tanah, menghambat penyakit, memproduksi urea dari fiksasi nitrogen (N) di alam, serta menghasilkan hormon perangsang tumbuh.

Tisna, sapaannya, menganjurkan penggunaan pupuk majemuk NPK Kujang 30- 6-8 yang telah dilengkapi bahan organik, kimia, dan mikroba yang bagus untuk nutrisi tanaman. Bahan organik didukung unsur hara makro dan mikro lengkap, memiliki kapasitas tukar kation yang tinggi sehingga bersifat slow release (dilepas bertahap) dan mengurangi pencucian. Bahan kimianya mengandung hara tinggi dan digunakan dalam jumlah kecil.

Sementara mikrobanya mengandung Azospirilum sp., Bacillus sp., Mycorrhiza sp., yang bermanfaat untuk fiksasi N, melepas fosfor sehingga tersedia buat tanaman, mengendalikan akar dari penyakit, dan mengeluarkan hormon perangsang tumbuh seperti IAA, auksin, giberelin, dan sitokinin. “Mikroba ini sampai satu tahun tidak mati. Maka penggunaannya akan lebih hemat lagi,” tandasnya.

Kampanya Global Peduli Ancaman Resistensi

Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai ancaman resistensi antimikroba, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan akan mengada kan ”Pekan Kesadaran Antibiotik”.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehat an Hewan, I Ketut Diarmita mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kampanye global peduli penggunaan antibiotik. “Ini juga sebagai salah satu wadah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai ancaman resistensi antimikroba,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (8/11).

I Ketut Diarmita menjelaskan, resistensi Antimikroba (AMR), telah menjadi ancaman tanpa mengenal batas-batas geografis, dan berdampak pada kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. Untuk itu, masyarakat harus menyadari bahwa ancaman tersebut merupakan ancaman serius bagi keberlangsungan ketahanan pangan.

Khususnya pembangunan di sektor peternakan dan kesehatan hewan. Ia berpendapat, bahaya resistensi anti mikroba erat kaitannya dengan perilaku pencegahan dan pengobatan, dan sistem keamanan produksi pangan dan ling kungan.

Oleh karena itu, diperlukan pen dekatan “One Health” yang melibatkan sektor kesehatan, pertanian termasuk pe ter nakan dan kesehatan hewan serta ling kungan. “Penanganan AMR membu tuh kan pendekatan yang multi dimensi, multi faktor, dan multi stakeholder,” pungkasnya.

Langkah Terbaik Memilih Bandar Togel Terpercaya Yang Tepat

Langkah yang sangat di sukai oleh banyak orang untuk bisa memilih situs yang tepat biasa saya lihat adalah bertanya kepada teman atau krabat-krabat yang menyukai judi juga, karena kita percaya kepada teman pastinya sehingga sudah pasti pilihan yang dia berikan kita percaya juga. Sekarang banyak juga pilihan orang di berbagai macam bandar togel terpercaya sehingga jaman sekarang orang ini bermain di berbagai macam tempat sehingga bisa meraih keuntungan yang banyak juga sekaligus, karena sekarang bagi pendatang baru di setiap situs saya lihat sering sekali memberikan bonus yang besar kepada pendatang baru yang digunakan untuk menarik perhatian orang-orang supaya bermain di situs tersebut. Tetapi banyak orang yang pintar hanya ingin memanfaatkan bonus tersebut dengan bermain di waktu awal saja sehingga bisa mendapatkan bonus yang lumayan sebagai modal, dan juga mereka selalu memberikan hadiah kemenangan yang besar kepada pendatang baru supaya tetap bermain ditempatnya. Maka dari itu kita sebagai pemain harus pandai dalam memilih situs yang mana kira-kira bagus untuk kita mainkan setiap saat serta harus memilih situs judi yang memiliki bonus yang konsisten sehingga kita bisa meraih kemenangan yang maksimal setiap saat.

Jika sudah menemukan yang tepat alangkah baiknya kita tetap saja dan jangan berpindah karena tawaran bonus yang diberikan oleh situs lainnya, karena banyak sekali sekarang yang menawarkan bonus yang super tinggi yang rata-rata ialah situs yang memang dari awalnya menipu orang-orang dengan menawarkan tawaran yang tinggi setiap saat kepada orang-orang yang mudah tegiur. Saya sebagai pemain judi sudah beberapa kali tertipu oleh berbagai macam motif yang digunakan penipu yang salah satunya sering ialah dengan menawarkan saya dengan beberapa bonus yang besar sehingga saya beralih kepada situs tersebut dan saat berhasil meraih kemenangan malah tidak mendapatkan bayar sepeserpun yang mereka gunakan dengan berbagai alasan lambat memprosesnya hingga berbulan-bulan yang membuat orang malas menunggunya. Jadi pintar-pintarlah dijaman sekarang semakin banyak situs semakin banyak juga penipu yang menunggu anda disana.

Pengungsi Korban Gempa Lombok Ingin Kembali ke Rumah

JAKARTA — Ratusan ribu pengungsi akibat rentetan gempa yang mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Juli lalu mulai mengalami depresi. Mereka mengaku ingin kembali ke rumah masing-masing. Termasuk Karmin, warga Dusun Kekait 2, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. “Kami ingin segera kembali ke lokasi rumah kami karena di sini kami meminjam tanah kebun milik orang lain (untuk mengungsi),” kata dia, kemarin. Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada akhir Agustus lalu mengungkapkan bahwa sedikitnya 560 orang meninggal akibat gempa. Sebanyak 1.469 orang terluka dan 396.032 jiwa mengungsi ke beberapa titikpengungsian. Karmin bersama 150 keluarga lainnya dari RT 1 Dusun Kekait 2 mengatakan ingin segera menyingkirkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa. Tak hanya membersihkan rumah, mereka juga ingin segera kembali bekerja dan menjalani hidup secara normal untuk memulihkan trauma.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lombok Barat, I Made Arthadana, mengaku tak bisa berbuat banyak lantaran kerusakan begitu masif. Selain karena kerusakan terjadi hingga wilayah pelosok, ketersediaan alat berat terbatas. “Bagaimana mau cepat, kami hanya punya satu ekskavator, satu backhoe loader, dan satu dump truck,” tutur dia. Ia meminta pihak swasta ikut membantu. Made menjelaskan, pembersihan reruntuhan tetap dilakukan secara bertahap meski jumlah peralatan terbatas. Kemarin, pembersihan sudah dilakukan di Desa Bengkaung, Lombok Barat. Sebelum itu, dia melanjutkan, pembersihan puing bangunan dilakukan di Dopang, Gunung Sari, Lombok Barat. Menurut Made, serangkaian gempa yang terjadi berkekuatan di atas 6 skala Richter tersebut telah mengakibatkan rusaknya 57.614 rumah di Lombok Barat. Sisanya adalah 108 kerusakan pada tempat ibadah, 64 fasilitas kesehatan, dan 294 bangunan institusi pendidikan. Khusus untuk rumah, dia menuturkan, Dinas sudah memverifikasi 40,3 persen dari seluruh rumah yang rusak. Adapun rinciannya adalah 5.568 unit rumah rusak berat, 4.797 unit rusak sedang, dan 12.880 unit rusak ringan.

LANSIA SEHAT

Ibu berusia 67 tahun itu terus menari. Ia menggerakkan kedua kakinya dengan lincah menyesuaikan dengan irama cha-cha. Musik berirama cepat, ia timpali dengan goyang tubuhnya yang rancak. Meski raut menua, tapi semangat dan kegembiraannya tak bisa disembunyikan. Kejadian itu muncul di antara kegiatan Ngobrol@ Tempo di Santosa Hospital Bandung Central, 31 Agustus 2018. Tak kurang dari 150 peserta diskusi kesehatan bertema “Sehat Saat Lansia Idaman Kita Bersama” turut bertepuk tangan riang semua. Lanjut usia (lansia) tak bisa dihindari siapapun. Namun, menjadi lansia yang sehat dan gembira pasti menjadi idaman semua orang. Lansia ini berada pada usia rentan jika dilihat dari kesehatan fisik dan mental. Siapakah yang dapat dikategorikan lansia? Jika berdasarkan UndangUndang Nomor 13 Tahun 1998 batasan umurnya 60 tahun, sementara WHO membatasi usia 60-74 tahun. Dr Diyah Eka andayani M. Gizi, Sp,GK, sebagai salah satu narasumber menyebut, proses penuaan itu ditandai dengan perubahan fisiologis, metabolisme menurun, dan munculnya penyakit-penyakit kronik.

“Malnutrisi atau ketidakcukupan gizi menjadi hal yang paling sering ditemukan pada lansia. Itu akibat penurunan, antara lain massa lemak tubuh, aktivitas fisik, asupan energi protein, gangguan imunitas,” ujarnya. Dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu, menekankan perlunya asupan gizi yang cukup dan seimbang bagi lansia. “Makanan pokok, lauk pauk, buah-buahan, dan sayuran, sebaiknya terpenuhi,” ucapnya. Ia pun menegaskan, untuk makanan sehat harus mengurangi gula, minyak, dan garam. “Untuk menambah nafsu makan lansia, garam bisa digantikan dengan monosodium glutamat (MSG) rasa umami dengan kadar tertentu,” tuturnya. Glutamat ini sesungguhnya terdapat di berbagai buah dan sayuran, antara lain tomat, jagung, kol, bayam, dan jamur. “Penambahan glutamat pada makanan dapat menurunkan asupan natrium dalam makanan yang dikonsumsi, tanpa ada penurunan rasa yang signifikan,” kata Diyah. Tak hanya soal asupan gizi bagi lansia, beberapa penyakit yang cenderung “menyerang” orang-orang tua pun dibahas pula. Dr Tommy Muhammad Seno Utomo Sp.U mengingatkan bahaya pembesaran prostat jinak 50 persen diidap pria di atas usia 60 tahun dan 90 persen menimpa usia 85 tahun. “Lakukan pemeriksaan medis untuk mendeteksi pembesaran prostat itu ganas atau tidak,” ujarnya.

Penanganan pembesaran prostat jinak ini, menurut dokter spesialisasi urologi Santosa Hospital Bandung Central ini, dengan obat untuk keluhan ringan atau sedang. “Sedangkan untuk yang berat dapat dilakukan tindakan, operasi terbuka maupun endoskopi,” ucapnya. Satu hal yang penting diwaspadai adalah kencing terlalu sering dan tidak tertahankan. “Itu antara lain gejala pembesaran prostat jinak. Gejala lain masih terkait dengan buang air kecil, seperti menunggu lama untuk berkemih, tidak lampias saat kencing, dan harus mengejan saat buang air kecil,” tutur Tommy. Persoalan lain yang menjadi pokok bahasan adalah diabetes. “Diabetes adalah ibu dari segala penyakit,” kata dr Dede Budiman, SpPD, Mkes. Ia menjelaskan itu, karena diabetes kerap menjadi penyebab stroke, glukoma, katarak lebih awal, gagal jantung, serta ginjal. “Orang punya risiko enam kali kena diabetes karena faktor keturunan, dibandingkan dengan yang bukan keturunan. Dan, diabetes ini tidak bisa sembuh, tapi bisa dikendalikan atau dikontrol,” kata dokter spesialis penyakit dalam dari Santosa Hospital Bandung Central ini. Dede mengingatkan penderita diabetes untuk diet, mengkonsumsi makanan menyesuaikan jadwal, jenis, dan jumlah. Olahraga yang teratur dan minum obat atau insulin. “Banyak mitos sekitar diabetes, misalkan menelan hewan undurundur.

Bisa punah spesies undurundur di bumi nanti,” ujarnya. Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Santosa Hospital Bandung Central dr Yayu Sri Rahayu, MM, Direktur Medis dan Keperawatan drg Muhammad Hasan, MARS, serta Manager Humas dan Marketing Nova Anggreany S.Sn yang menjadi pembawa acara dalam kegiatan yang mendapat antusiasme peserta. Juga, Tanty Hendriyanti Group Head Iklan dari Tempo Media Group. “Ngobrol@ Tempo merupakan diskusi kesehatan yang rutin dilakukan Tempo Media Group bekerja sama dengan beberapa rumah sakit dari berbagai daerah dengan bermacam tema,” ucapnya. Ngobrol@Tempo ini, disponsori Ajinomoto dan Confidence ini, dengan S. Dian Andryanto dari Tempo Media Group sebagai moderator. Yel-yel pun disambut lantang peserta, “Lansia sehat, lansia bahagia!”